Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahawasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahawasanya Nabi Muhammad S.A.W adalah hamba dan rasul-Nya.
Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah (Al-Quran) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (As-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

Tuesday, October 24, 2017

8 Big Relationship Do's and Don’ts


I'm just going through and read some motivational blog.. and i found this. Quite interesting tips to share with all of you.. 

We should try to improve our self, right? Even it may take quite a long time to practice a good habit, we should try to change for better future..

This is the article by Dr.Carmen Harra:




                  8 Big Relationship Dos and Don’ts

As a psychologist and relationship counselor for over 25 years, I speak from experience when I say there’s more to the art of love than we can imagine: people are complex, riddled with flaws and deep desires, desperately seeking to be understood. Yet human beings also hold an incredible capacity to give love if they’re shown the right kind of love. Our goal in a relationship should be to help our partner release this abundance of love to experience a fulfilling relationship.

What I see happening more often, however, is that people continue to make the same mistakes in their relationships and expect different results. What’s worse is that their insecurities and negative tendencies lead them to act in ways that destroy what could be a perfectly healthy relationship. Different partners draw out of us different emotions — some we didn’t even know we had — and sustaining a relationship becomes tedious from both ends. But we must ensure that at least we’re doing our part. So how do we navigate it through it all and improve the quality of our love? Practice these 8 relationship dos and don’ts to fortify your romance with harmony, stability, and joy:

Do develop emotional intimacy: 

Many couples live together physically but live apart emotionally. Emotional intimacy is knowing what your partner needs before they even get a chance to ask. It is picking up on their feelings as if they were your own. Develop a sense of emotional intimacy by being honest with your partner and sensitive to their needs.

Do plan a life together: 
Our plans may not always work out, but envisioning a future with our partner inspires us to take the right steps towards manifesting our long-term goals. Talk about the years ahead and form a strategy to achieve the things you want together: a home, a family, investments, etc.

Do bring them comfort: 
Your partner wants to come home to love, not to a headache. Make your home a place that always reels your partner back because they feel safe, stable, and nurtured. Don’t start talking about your problems as soon as your partner walks through the door. The bills, the job, the argument you just had this morning—these things can wait until the atmosphere is calm and appropriate for such a conversation. 

Do act in the right time:
Time can be your biggest enemy or your best friend. At any given moment, time is either on your side or against you. The wisdom is to recognize when you should act versus when you should wait. If you listen to your inner voice, you can decipher the different tides of time. Don’t obligate your partner to do things in a certain amount of time, like pushing them to get married within a year. This is your notion of time, not theirs. Do take the big step forward when you’re both in complete agreement, even if it takes a bit longer than you’d like.


Don’t play on their weaknesses: 
Every day, you have the choice to play on your partner’s weaknesses or to reiterate their strengths. If you constantly bring up what they’re doing wrong, they’ll never feel motivated to do anything right. No relationship can improve under such negative energy. There are gentle ways to get your partner to understand what they should be doing differently, and constantly scolding them is not one of these methods.

Don’t get even: 
No matter what your partner has done or however they’ve wronged you in the past, don’t retaliate or act in bad faith. Keep your personal karma clean by always treating the other person the way you’d like to be treated, regardless of the way they behave towards you. This is your duty to yourself and not to anyone else. Remember: the way others treat you is their karma but the way you respond is your karma.

Don’t assume or blow things out of proportion: 
Before you throw a tantrum, sit and reflect logically: Is it really as bad as I assume? Speak to your partner openly about what’s bothering you instead of blowing up on them. Many times we amplify the severity of a situation out of our fears and insecurities, when in reality it’s not what we think at all. Before assuming things that might be false, ask yourself if it’s really worth jeopardizing the relationship.

Don’t act out of desperation: 
Think through your decisions a thousand times before you act on them. Acting on desperation will only yield more desperation. If you’re desperate to get your partner to change, don’t threaten to break up with them when in reality it’s the last thing you want to do. If they agree to break up, you’ll feel even worse. Let your feelings to settle down before approaching them with any issue. Always try to see the logic behind escalated emotions.

Love relationships are undoubtedly difficult to maintain if we don’t consider the steps to uphold a positive dynamic. Take up these 8 tips to eliminate relationship problems and strengthen the loving bond with your partner.

To incredible love,
Dr. Carmen Harra

https://www.huffingtonpost.com/dr-carmen-harra/8-big-relationship-dos-and-donts_b_9783280.html

Monday, September 18, 2017

Sujud Syukur

Assalamualaikum.. 

Dah lama betul Farha tak update blog.. Dah empat tahun rasanya..

InsyaAllah kali ni cuma nak berkongsi macam mana cara buat sujud Syukur.. yang Farha baca.. sebelum ni pun tak tahu juga.. Jadi.... jom kita sama2 baca cari ilmu ok.. :)







Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapatkan nikmat atau ketika selamat dari bencana.

Dalil disyari’atkannya sujud syukur adalah,

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ.

Dari Abu Bakroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, iaitu ketika beliau mendapati hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud pada Allah Ta’ala. (HR. Abu Daud no. 2774. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Juga dari hadits Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di mana ketika diberitahu bahwa taubat Ka’ab diterima, beliau pun tersungkur untuk bersujud (iaitu sujud syukur).


Hukum Sujud Syukur

Sujud syukur itu disunnahkan ketika ada sebabnya. Inilah pendapat ulama Syafi’iyah dan Hambali.
Sebab Adanya Sujud Syukur

Sujud syukur itu ada ketika mendapatkan nikmat yang besar. Contohnya adalah ketika seseorang baru dikarunia anak oleh Allah setelah dalam waktu yang lama menanti. Sujud syukur juga disyariatkan ketika selamat dari musibah seperti ketika sembuh dari sakit, menemukan barang yang hilang, atau diri dan hartanya selamat dari kebakaran atau dari tenggelam. Atau boleh jadi pula sujud syukur itu ada ketika seseorang melihat orang yang tertimpa musibah atau melihat ahli maksiat, ia bersyukur kerana selamat dari hal-hal tersebut.

Ulama Syafi’iyah dan Hambali menegaskan bahwa sujud syukur disunnahkan ketika mendapatkan nikmat dan selamat dari musibah yang sifatnya khusus pada individu atau dialami oleh kebanyakan kaum muslimin seperti selamat dari musuh atau selamat dari wabah.
Bagaimana Jika Mendapatkan Nikmat yang Sifatnya Terus Menerus?

Ulama Syafi’iyah dan ulama Hambali berpendapat, “Tidak disyari’atkan (disunnahkan) untuk sujud syukur kerana mendapatkan nikmat yang sifatnya terus menerus yang tidak pernah terputus.”

Kerana tentu saja orang yang sehat akan mendapatkan nikmat bernafas, maka tidak perlu ada sujud syukur sehabis shalat. Nikmat tersebut didapati setiap saat selama nyawa masih dikandung badan. Lebih pantasnya sujud syukur dilakukan setiap kali bernafas. Namun tidak mungkin ada yang melakukannya.


Syarat Sujud Syukur

Sujud syukur tidak disyaratkan menghadap kiblat, juga tidak disyaratkan dalam keadaan suci kerana sujud syukur bukanlah shalat. Namun hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja dan bukan syarat. Demikian pendapat yang dianut oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah yang menyelisihi pendapat ulama madzhab.


Tatacara Sujud Syukur

Tata caranya adalah seperti sujud tilawah. Iaitu dengan sekali sujud. Ketika akan sujud hendaklah dalam keadaan suci, menghadap kiblat, lalu bertakbir, kemudian melakukan sekali sujud. Saat sujud, bacaan yang dibaca adalah seperti bacaan ketika sujud dalam shalat. Kemudian setelah itu bertakbir kembali dan mengangkat kepala. Setelah sujud tidak ada salam dan tidak ada tasyahud.

Semoga bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.


Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 23 Jumadats Tsaniyyah 1436 H di sore hari ba’da Ashar

Sumber: https://muslim.or.id/25259-panduan-sujud-tilawah-dan-sujud-syukur.html

Monday, June 10, 2013

I Need Someone.. I need you my friends.. :(



Bismillah..

Dah lama tak update pasal diri sendiri.. Entah macam nak tulis something pulak hari ni.. Sebenarnya takde pape sangat pun.. Cumanya, rasa diri semakin teruk..

Ye lah, dah takde kawan-kawan yang selalu bincang pasal hal-hal agama, macam dulu-dulu.. Takde kawan yang nak ingatkan, nak tegur.. Iman pun rasa macam lemah sesangat! Yup, sangat lemah.. Kadang-kadang naik sekejap iman tu.. Pastu, bila sibuk dengan urusan seharian, thesis dsb.. Diri jadi alpa.. Bahan-bahan ilmiah pun dah kurang dah baca, kuliah-kuliah online pun dah jarang dengar.. Memang rasa teruk sangat skarang ni..

Sebenarnya, tiap-tiap hari terfikir, 'aku kena berubah', 'aku nak berubah jadi lebih baik'.. Tapi, esoknya semua tu hanya tinggal kata-kata yang terpendam dalam hati..

Dah elok dah set dalam hati, 'aku nak solat awal waktu'.. 'aku nak bangun tahajjud'.. 'aku nak solat subuh awal, dan kalau boleh solat sunat sebelum subuh sekali..', 'aku nak jadi rajin',dan lain-lain..

Tapi.... susah sangat nak disiplin semua tu tiap-tiap hari.. Cuma kadang-kadang je boleh.. Entah la.. Nak sangat jadi wanita yang baik, yang solehah, kemas, bersih, sopan santun, solat awal waktu, konsisten baca Al-Quran tiap-tiap kali lepas solat, bangun tahajjud... Yang boleh konsisten tiap-tiap hari jadi wanita yang baik.. Yang jaga pandangan, cakap perkara-perkara yang penting sahaja.. Yang tak bertangguh kerja dan sebagainya..

Harap-harap lepas ni saya dapat buat yang lebih baik.. Doakanlah ye kawan-kawanku sekalian.. Jika ada yang tak kena tu, tolong la tegur ye.. Tolonglah post something yang dapat mengingatkan tentang agama, kat FB dan sebagainya.. Supaya saya tak leka.. I NEED SOMEONE TO REMIND ME..

Please... I miss you my friends.. Rindu sangat masa tengah program dulu.. Rindu dengan persekitaran yang penuh dengan majlis ilmu.. :(

Rasanya setakat ni dulu la kott.. Ni la sebabnya kenapa dah lama tak update blog.. Rasa diri ni tak layak nak tulis untuk orang lain baca, sebab diri ni pun tak seperti mana..

Tuesday, May 21, 2013

10 Beautiful Aspects of An Ideal Muslimah

It has been so long since the last post.. I didn't have so much time to write a new post for this blog.. But, recently i have found an interesting artice about being a better Muslimah.. I wan to share it with you, friends! :)

This article is from "Islamgreatreligion"


10 Beautiful Aspects of An Ideal Muslimah




1. Her Obedience to the Creator:

A practicing Muslim man loves to have a practicing Muslim wife; who knows that the life of this world is nothing but a test from her Lord; giving her an opportunity to come closer and closer to Allah, doing more and more good deeds to please Him Azza wa jal, restricting herself from the desires of her inner self that go against the will of her Creator.

But as for him who feared standing before his Lord, and restrained himself from impure evil desires, and lusts. Verily, Paradise will be his abode. (Surah An- Naaziyaat: 40-41)


2. Her Haya (Modesty/Shyness):

Haya is one of the most significant factors of a woman’s personality. Haya according to a believer’s nature refers to a bad and uneasy feeling accompanied by embarrassment, caused by one’s fear of being exposed or censured for some unworthy or indecent conduct.

Prophet Sallallahu alaihiwasallam said: “Haya comes from Eman; Eman leads to Paradise. Obscenity comes from antipathy; and antipathy leads to the fire.” (Sahih Al-Bukhari)

A Muslim woman feels shy to do anything that would displease her Lord in any aspect. She has haya in her talk, she has haya in her gaze, she has haya in her clothing, she has haya in her walk. Her haya in her talk is that she is not soft in her speech but speaks honorably. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

“O wives of the Prophet! You are not like any other women. If you keep your duty (to Allah), then be not soft in speech, lest he in whose heart is a disease (of hypocrisy, or evil desire for adultery) should be moved with desire, but speak in an honorable manner” (Surah Al-Ahzaab: 32)

Her haya in her gaze is that she does not look at what Allah subhanahu wa ta’ala has prohibited for her to look. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

And tell the believing women to lower their gaze (from looking at forbidden things), and protect their private parts (from illegal sexual acts)… (Verse continues) (Surah An-Nur: 31)

Her haya in her clothing is that she does not reveal to others what Allah subhanahu wa ta’ala has forbidden for her to reveal. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

…And not to show off their adornment except only that which is apparent (like both eyes for necessity to see the way or outer dress like veil, gloves, head-cover, apron, etc.), and to draw their veils all over Juyubihinna (i.e. their bodies, faces, necks and bosoms,) and not to reveal their adornment except to their husbands, or their fathers, or their husband’s fathers, or their sons, or their husband’s sons, or their brothers or their brother’s sons, or their sister’s sons, or their (Muslim) women (i.e. their sisters in Islâm), or the (female) slaves whom their right hands possess, or old male servants who lack vigor, or small children who have no sense of the feminine sex.. (Verse Continues) (Surah An-Nur: 31)

Her haya in her walk is that she walks modestly without attracting others attention towards herself. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

..And let them not stamp their feet so as to reveal what they hide of their adornment. And all of you beg Allâh to forgive you all, O believers, that you may be successful. (Surah An-Nur: 31)

Abu Usayd al-Ansari narrated that he heard Allah’s Messenger Sallallahu alaihiwasallam say to the women on his way out of the mosque when he saw men and women mixing together on their way home: ‘Give way (i.e., walk to the sides) as it is not appropriate for you to walk in the middle of the road.’ Thereafter, women would walk so close to the wall that their dresses would get caught on it. (Narrated by Abu Dawood in “Kitab al-Adab min Sunanihi, Chapter: Mashyu an-Nisa Ma’ ar-Rijal fi at-Tariq)

A woman who has the knowledge of Allah’s commandment to preserve her modesty, submitting herself to the will of her creator, even after having the desire to be praised for her beauty, is without doubt beloved to Allah subhanahu wa ta’ala and as well as to all good believing men.


3. Her Beauty:

Allah subhanahu wa ta’ala made women beautiful in the sight of men. It’s just that some human beings are more attracted towards some than others.

Aishah RadhiyAllahu anha said: “I heard the Prophet Sallallahu alaihiwasallam saying: ‘Souls are like conscripted soldiers; those whom they recognize, they get along with, and those whom they do not recognize, they will not get along with.’” (Sahih Al-Bukhari)

Al-Qurtubi said: “Although they are all souls, they differ in different ways, so a person will feel an affinity with souls of one kind, and will get along with them because of the special quality that they have in common. So we notice that people of all types will get along with those with whom they share an affinity, and will keep away from those who are of other types. [This is like the old saying goes, “Birds of a feather flock together”] For a believing man, a Muslim woman’s beauty is not just how her nose looks or how big her eyes are, but her modesty, purity of heart, and innocence make her look beautiful as well. Also Allah subhanahu wa ta’ala makes people whom He loves, pleasing to others.

“When Allah loves someone he calls to Jibreel Alaihissalaam saying, ‘O Jibreel, I love such and such a person, so love him.’ Then Jibreel will call to the (angels) of the heavens, ‘Allah loves such and such a person so love him.’ And the angels will love [that person]. And then Allah will place the pleasure in the hearts of the people towards this person.” (Sahih Al-Bukhari and Muslim)


4. Her Intellect/playfulness:

Intellect and playfulness are two qualities of women highly liked by men. Every man likes to have an intelligent wife who can advise and support him in day to day matters. Khadija bint Khuwaylid RadhiyAllahu anha was one of the most beloved wives of Prophet (peace and blessings of Allah be upon him). She supported Allah’s messenger (peace and blessings of Allah be upon him) at the very beginning of his Prophethood when Jibreel alaihissalaam brought the first revelation to him. Prophet (peace and blessings of Allah be upon him) always admired her and remembered her even long after her death. A playful wife is a joy and pleasure to a man’s heart. Prophet Sallallahu alaihiwasallam recommended Jabir bin ‘Abdullah to marry a virgin so that the two could play with each other and amuse each other. Narrated Jabir bin ‘Abdullah: “My father died and left seven or nine girls and I married a matron.

Allah’s Apostle said to me, “O Jabir! Have you married?” I said, “Yes.” He said, “A virgin or a matron?” I replied, “A matron.” he said, “Why not a virgin, so that you might play with her and she with you, and you might amuse her and she amuse you.” (Hadith continued) (Sahih Al- Bukhari)


5. Her Truthfulness:

Being truthful and honest is an essential quality of a believer. ‘Abdullah ibn Mas’ood RadhiyAllahu anh said:

The Messenger of Allah Sallallahu alaihiwasallam said: “I urge you to be truthful, for truthfulness leads to righteousness, and righteousness leads to Paradise. A man will continue to be truthful and seek to speak the truth until he is recorded with Allah as speaker of truth (Siddeeq). And beware of lying, for lying leads to immorality and immorality leads to Hell; a man will continue to tell lies until he is recorded with Allah as a liar.” (Sahih Al-Bukhari and Muslim)

A person who is known to lie repeatedly loses his trust. And if that happens in case of a marital relationship the whole relationship falls apart. A woman who is known to be a “Siddeeqah” certainly has a higher status in a Muslim man’s heart.


6. Her Obedience:

Allah Subhanahu wa ta’ala made man protector and maintainer of the woman and enjoined upon her to obey him in all the matters that do not go against Quran and Sunnah. Allah subhanahu wa ta’ala says (interpretation of the meaning):

“Men are the protectors and maintainers of women, because Allah has made one of them to excel the other, and because they spend (to support them) from their means” (Surah An-Nisa’: 34)

The Messenger of Allah Sallallahu alaihiwasallam said, “The best women is she who when you look at her, she pleases you, when you command her she obeys you, and when you are absent, she protects her honor and your property.” (At-Tabarani, Ibn Majah)


7. Her Patience:

Patience is a characteristic that can never be praised enough. A woman who remains patient at the times of hardship and relies on the help and mercy of Allah is without a doubt a beloved servant of Allah subhanahu wa ta’ala. Allah says (interpretation of the meaning):

“And Allah loves As-Saabiroon (the patient)” (Surah Aal Imran: 146)


8. Her Cooking:

Delicious food is without a doubt weakness of men. It’s an old saying that “The Way to a Man’s Heart is through his Stomach”. We also know that one of Prophet’s (Sallallahu alaihiwasallam) wives used to cook food that he liked a lot and due to that Aishah radhiyAllahu anha would get jealous, because she didn’t know how to cook that.


9. Her Contentment with Rizq:

No man likes to have a woman who is always complaining about how less her husband earns or how rich her other friends are. A good Muslimah is the one who thank Allah for what He has blessed her with and she is thankful to her husband for what he provides her with. Abu Hurairah RadhiyAllahu anh reported:

The Prophet Sallallahu alaihiwasallam said, “Richness is not the abundance of wealth, rather it is self-sufficiency.” (Sahih Al-Bukhari and Muslim)


10. Good Manners:

A woman of good manners is a blessing from Allah subhanahu wa ta’ala. When she speaks, she speaks honorably, why she deals with others she deals with them kindly. She is polite with elders, loving to children, and good to her fellow folks. It is related by ‘Abdullah bin Amr that the Prophet Sallallahu alaihiwasallam said:

“The best of you are those who possess the best of manners.” (Sahih Al-Bukhari and Muslim)

Monday, December 31, 2012

2013 - Menjadi Solehah..

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha mengasihani.. 
Pembaca blog sekalian, tadi ketika saya menjelajah ke blog-blog pilihan, saya terjumpa artikel ini.. Sangat menyentuh hati dan menyedarkan tentang realiti.. Ya, realiti 'Menjadi Solehah'.. Jom sama2 kita baca, hayati dan cuba berubah.. 


Oleh: Nurul Adni Adnan

Solehah.

Sepatah perkataan yang mudah disebut. Perkataan yang memberi maksud sesuatu yang paling baik diantara perhiasan-perhiasan dunia yang lain. Perkataan yang indah bilamana ia benar melambangkan maksudnya. Perkataan yang cantik bila ia dimiliki dengan sebenarnya oleh pemiliknya.

Namun solehah ternyata bukan mudah pada realiti kehidupan ini. Solehah itu bukan hanya boleh dinilai di penghujung perjalanan, namun sentiasa diberi nilai dalam setiap tahap-tahap kehidupan.

Mudahkah menjadi anak yang solehah? Bila balik bertemu ibu ayah sekali sekala , dua tiga hari di kampung, mempamer dan menonjolkan akhlak terbaik, mentaati tanpa jemu setiap permintaan ibu dan ayah. Tapi bila tinggal lebih lama, hati mula jemu, mula kurang sabar, suara tidak lagi rendah dan lunak – disuruh mula berdalih dan merasa berat, ditegur mula memberontak mempertahankan kesilapan...

Wahai anak, di manakah solehahmu pada ayah ibu yang terlalu banyak pengorbanan dilakukan untukmu?

Mudahkan menjadi gadis yang solehah? Di akhir zaman yang mendatangkan fashion yang menampakkan keindahan berharga seorang perempuan, mampukah menepis nafsu yang sering ingin cantik di pandangan awam,,, Membiarkan diri dan tubuh dijamah pandangan lelaki murahan kerana tipis dan pendeknya pakaian...?

Dengan akhir zaman yang membuka seluas-luasnya ruang perhubungan lelaki dan perempuan, dengan ransangan filem-filem, lagu-lagu dan bahan bacaan yang menghidup kan rasa cinta hingga menyala-nyala dalam dada, mudahkah untuk menepis kedatangan SMS, call, chatting YM, Facebook, email etc yang bertalu-talu dari lelaki yang 'soleh' dan tak soleh?

Awalnya mungkin mudah, dengan prinsip cinta hanya untuk suami dan isteri, tapi jika konsistennya SMS yang caring lagi prihatin hingga menghidupkan warna merah muda dalam hati, mampukah lagi menolak? Mampukah lagi mengelak dari serangan-serangan perasaan ‘fitrah’ yang ingin disayangi dan menyayangi, lebih-lebih lagi teman-teman disekeling juga tidak lagi sendiri ?

Mudahkah menjadi solehah, jika pergaulan yang dirasakan sederhana mengundang curiga dimata masyarakat? Mengundang cemburu di hati si isteri-isteri? Mengundang fitnah di hati yang berlainan jenis?

Mudahkah menjadi isteri solehah? Di awal mahligai cinta dibina dalam pernikahan, waktu kasih membara, solehah itu seolah pasti terjadi, ada ketaatan sebelum dipinta, ada layanan kelas pertama, ada pengorbanan yang tidak terasa, ada kelembutan yang mempesona, diri terhias tersembunyi dan nyata..

Namun, bila masa berlalu memaparkan suami sebagai insan biasa-biasa punya banyak alpa, yang terus zahir pada suami adalah terlalu banyak keburukan dan kelemahan. Hingga tidak merasa perlu mentaati dirinya yang dulu pernah paling ditaati, hingga acuh tak acuh pada suami yang dulu mendapat cinta kelas pertama, hingga tidak mampu melihat apatah lagi mensyukuri pemberian suami pada keluarga.

Pudar kasih, luput sayang, yang ada hanya lah hati yang luka berbisa. Tiada penghormatan, tiada penghargaan, yang ada hanya ungkitan kesilapan pasangan . Tiada kesyukuran, tiada keredaan hingga diri memikirkan untuk meruntuhkan, melarikan diri dari perjanjian dan ikatan yang dibuat atas nama ALLAH…

Dimanakah solehah? Waktu belum dituntut menjadi pasangan, di luar ikatan mampu menjadi solehah memenuhi segala permintaanya, memohon maaf penuh perasaaan atas kesilapan padanya, mengasihinya sepenuh jiwa raga, tidak mahu melukai hanya ingin mencintai… merasa hebatnya aura sayang dua jiwa dipenuhi kata-kata sopan lagi manja… Namun bila ikatan pernikahan yang benar-benar menuntut soleh dan solehah,.. terus sirna, kesopanan dan kelembutan hilang ditelan kejemuan… solehah, dimanakah solehah…?

Solehah…bagaimanakah untuk solehah..? Bagaimanakah untuk terus solehah selepas diri jauh meninggalkan solehah…? Bagaimanakah untuk tetap solehah diwaktu tidak lagi ingin solehah?

Bagaimana bertahan untuk solehah sewaktu sukarnya ingin menjadikan diri solehah?

Sukarnya solehah…sewaktu masih sendiri, terasa sukar menjaga kesucian diri dan hati.. kerana diluar sana tarikan untuk memudarkan solehah terlalu tinggi,… dan sewaktu sudah bersuami, mungkin lebih sukar kerana ada pula hati suami untuk ditaati , dijagai agar tidak tercalar, sedangkan hati dan iman sendiri masih terkontang kanting kering nur rabbani…

Solehah itu anugerah ilahi. Mahal harganya, Tak terhitung nilai kepayahannya, Kerana syurga balasannya.

Ya ALLAh ajari aku untuk solehah dalam menghadapi ujian-ujian dariMU, uJian kesenangan atau kesusahan.

Bantulah aku untuk memilih solehah dari yang lainnya dalam keadaan sukar atau mudah. Bantulah diri hambaMU ini agar mampu ku mentaatiMu, yang dengan nya menjadikan aku mampu mentaati ibubapaku dan sesiapapun yang perlu ku taati.

Bantu lah aku memenunaikan segala suruhanMu agar mampu ku tunai hak-hak sahabat dan saudaraku ingin ku cintaiNYA keranaMU.. Bantu lah diriku menjauhi segala laranganMu agar ENGKAU memberikan jalan keluar atas segala urusanku.. Bantu lah aku ya ALLAH, dengan rahmat da kasih sayangMU perbaiki lah urusan ku dan jangan biarkan ku membuat keputusan sendiri walau sekelip mata.

Bantulah diriku untuk memilih solehah walau memilih solehah terasa letih, sakit dan sukar bagi diriku, namun izinkan diriku bertemu asiah, maryam, khadijah dan fatimah di dunia sana yang berkekalan...

Sumber: http://sisi-kehidupan.blogspot.com/2010/03/menjadi-solehah.html?m=1

Thursday, November 29, 2012

A Job You Love VS A Job For Money?



"The man who does not work for the love of work but only for money is not likely to neither make money nor find much fun in life.." - Charles M. Schwab

It is true that everything in this world need money, but money is not everything that we should consider, right?? The important things is we are happy with our work and had a lot of fun doing it.. 

Friday, November 9, 2012

Menyusun Ibadah itamin Hati



Oleh : Nurul Adni Adnan

Kita ini hidup bukanlah pada tubuh badan kita, makna kita yang sebenarnya adalah pada jiwa-jiwa kita... Kehidupan ini adalah perjalanan jiwa menuju Tuhan. Moga kita kembali kepada Tuhan dengan jiwa yang tenang ~ Tubuh badan itu pembawa jiwa, jagalah kesihatannya ~

Seorang teman bertanya tentang bagaimana untuk muslimah menjaga ibadah khusus dengan ALLAH dan tanggungjawab dengan manusia dalam kesibukan bekerjaya dan bekeluarga.

Saya pastinya tidak berada dalam situasi cabaran itu namun saya kongsikan kisah teman-teman di sekeliling yang saya mengenali gaya hidup mereka sebagai muslimah yang baik... Saya suka meminta tips dari wanita yang bermotivasi dan berdisplin seperti teman-teman itu.

Pertama, hubungan dengan ALLAH tidak ada kompromi jika ingin ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan penuh cabaran ini. Pada yang telah menjaga solat dan puasa wajib, pasti ingin menambah yang sunat... hingga kita menjadi hamba-hamba yang dicintai ALLAH..insyaALLAH.

Seorang mulimah jurutera mempunyai 3 anak, kongsinya, ada target ibadah khusus yang ingin dicapai. Jadi di pagi hari dalam tren, akan membaca zikir-zikir mathurat, dan quran sebanyak yang boleh. Sehari satu juzuk. Di ofis usahakan solat dhuha bila berkesempatan, di samping istighfar 100 hari yang ditunjukkan rasul SAW. Jadi sebelum zuhur, telah selesai semua ini. Dan bila kita bertekad mendekati ALLAH, kita mampu mencari masa untuk solat sunut zuhur dan asar.

Dalam perjalanan balik kerja, menyambung bacaan Quran dan zikir Mathurat untuk bahagian petang. Ketika dalam kenderaan ini jugalah masa untuk membaca, mencapai target bacaan buku ilmiah/agama, atau prepare bahan-bahan halaqah.

Malam jika tiada usrah, adalah waktu untuk anak-anak, suami dan famili...

Tips lain yang mereka kongsi ialah mengorbankan tidur untuk tilawah quran, membaca buku yang selain ruang lingkup pekerjaan. Bangun setengah jam lebih awal, dapat solat tahajud dan witir, dapat juga membaca kitab hadis dan tafsirnya.

Dalam kereta menempuh kesesakan lalu lintas, adalah masa yang sangat berharga. Jika menjemput anak atau isteri, itulah masa untuk komunikasi dan bonding. Atau menghafal Quran. Atau menambah ilmu dengan mendengar rakamn kuliah yang sangat banyak disediakan percuma.

Berumahtangga dengan anak-anak dan bekerjaya bagi seorang wanita memang amat memenatkan namun kekuatan ruhiyyah yang kita bina dengan zikrullah, amalan sunat dan amalan wajib inilah yang memberi tenaga luar biasa pada insan...

Kerja-kerja rumah dilunaskan samaada dengan bantuan fulltima/part time helper atau suami dan anak-anak bersama membantu ibu sang pengurus rumahtangga... Boleh didik anak-anak untuk bantu ibu berkemas dan kurangkan keserabutan rumah..

Ibadah-ibadah khusus yang wajib dan sunat itu pada awalnya memang kita akan buat kerana checklist atau mengejar target namun insyaALLAH lama kelamaan kita menghayatinya kerana itulah vitaman hati yang sangat penting untuk menjadi wanita yang bahagia dan membahagiakan.

 Tidaklah hambaku medekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada apa yang telah Aku wajibkan. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan  ibadah sunah sehingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatan yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangan yang ia gunakan untuk menggenggam dan menjadi kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Ku-beri, jika ia memohon perlindungan-Ku, pasti Kulindungi.” (HR. Bukhari)


Itulah sedikit yang mampu dikongsi, yang lain silakan menambah.. Moga bermanfaat ♥

Wednesday, August 8, 2012

Jom Belajar Loghat Utara.. :)



Jom kita refresh balik loghat utara.. 
Lama tak cakap, loghat negeri sendiri pun banyak dah lupa.. :)


1. Lagu mana – Macam mana 

2. Nanti sat! - Tunggu sekejap!
3. Tang mana - Di mana
4. Terebey - lastik
5. Trojoh - Tekan dengan kuat
6. Reban - Runtuh 

7. Mai – Datang / mari
8. Rabat / ragas - Panjat
9. Langut - Dongak
10. Tetomoih - Tersembam
11. Hang - Kamu
12. Depa - Mereka
13. Hangpa - Awak semua
14. Belemoih - Comot
15. Ralit - Buang masa / leka
16. Toksah - Tak usah
17. Mamun - Mamai
18. Baloq liat - Pemalas
19. Tibai / balun - Pukul
20. Beringgut - Bergoyang
21. Kawaq – Pencuri
22. Gerek - Basikal
23. Capoi - Mulut takde insurans
24. Ayaq - Air
25. Ayaq acaq - Air lumpur
26. Cemuih – Bosan / Meluat
27. Cengey - Garang
28. Cempera - Lari bertempiaran / kelam kabut
29. Habaq - Beritahu
30. Tawaq hebiaq - Sangat tawar
31. Manis melecaih - Sangat manis
32. Merap - manja
33. Pi - pergi
34. Nala punya jauh - Jauh sangat
35. Dan - sempat
36. Tak dan - tak sempat
37. Ceruk - Bahagian dalaman kampung
38. Tat sat - Sebentar tadi
39. Seghelum - Pakai (selalunya kasut )
40. Pasai pa - Kenapa
41. Tauk - Buang
42. Sigung - Menyiku
43. Hujan seriyat - Hujan renyai-renyai
44. Ayaq lecah - Air lopak
45. Sua - Hulur
46. Luku pala - Sekeh
47. Satgi - Sekejap lagi
48. Satna! - Tunggu sekejap ya!
49. Berembang - Time dekat2 zohor
50. Ligan - Kejar
51. Tokak - Gigit
52. Gerit - Gigit (kecil-kecil)
53. Kutey - Cubit
54. Ketegaq - Degil / Tak dengar cakap
55. Herot - Senget
56. Ghonot - Tundukkan badan ketika melalui dibawah sesuatu.
57. ghupin - Kulit kering dari luka.
58. Kecek - Pujuk Nak duit.
59. Ghosek - Selongkar.
60. Buloq - Lapar sangat.
61. Taboh – Pukul / belasah.
62. Ghunaih – Cungkil / kupil.
63. Moid - Bawak pembonceng / penumpang.
64. Sakan – Hebat / tak sangka.
65. Sekeh - Luku secara sipi.
66. Menghenyeh - Gatai / Terlalu gedik.
67. Ndoi – Buaian
68. Cemerkap - Tak cermat
69. Met ngot - Lembab selembab-lembabnya
70. Toyu - Kicap,
71. Segan - Malu
72. Melugai - Meloya
73. Peghak – Tak pernah melihat sesuatu
74. Tirih - Bocoq
75. Belengaih – Comot, melekat bergetah
76. Liplap – Berkelip-kelip
77. Merelit - Berkilat
78. Lau - Reban Ayam

79. Kelih - Nampak




Popia Nestum


Assalamualaikom.. Resepi kali ni adalah resepi popia nestum yang sangat-sangat simple dan mudah untuk dibuat.. Balik cuti Nuzul Quran yang lepas, sempat jugak buat sikit, dalam 3 bekas kecik... Nanti raya insyaAllah nak buat lagi.. Wajib ni! Sangat sedap dimakan terutama ketika menonton atau tengah stress buat kerja.. Hehe.. Tapi tak elok juga makan berlebihan sebab popia Nestum ni sangat manis..


Bahan-bahan:
Susu tepung (Brand apa pun tak kisah)
Nestum (Nestle)
Gula halus
Kulit popia
Tepung Gandum (Sebagai pelekat)

Cara-cara:
1. Gaulkan susu tepung, nestum dan gula sehingga sebati. Kemudian, kisar bahan-bahan tersebut sehinggga betul-betul halus. Simpan dalam bekas kedap udara. Ketepikan sebentar.
2. Setelah itu, gulung kulit popia sekeping demi sekeping, bermula dari bucu segitiga..
3. Sapukan sedikit tepung gandum yang sudah dibancuh dengan air pada hujung gulungan kulit popia tersebut. Ia penting sebagai 'gam' supaya popia tidak terbuka ketika menggoreng.
4. Kemuadian, gunting kulit popia yang dah digulung tu secara menyerong.
5. Goreng dengan menggunakan api sederhana.
6. Selepas digoreng, toskan dan gaulkan bersama bahan-bahan yang dah dikisar tadi sehingga rata.

7. Setelah siap, bolehlah disimpan di dalam bekas kedap udara..

Tambahan: 

Popia ni jugak lagi sedap jika dicampurkan horlick sekali bersama-sama nestum, gula dan susu tepung.... Cubalah.. :)

Tuesday, July 24, 2012

Berdoa, mintalah apa sahaja pada ALLAH.. ~ Hlovate




Nice and Good advice indeed.. 
Thanks Hlovate.. Really love your novels.. :D


Monday, July 23, 2012

Quote 1 - If Allah Brings Us To It..


" If Allah brings us to it, He will bring us through it.. "

Sunday, July 8, 2012

Kenduri Kesyukuran..


Geng Lab ento bersama Prof.. Tapi Jurukameranya takde dalam ni.. Hehe


Alhamdulillah.. Semalam pi kenduri kesyukuran supervisor saya kat Bandar Bharu Kedah.. Ramai jugak yang pi tu.. Semuanya geng-geng lab Ento.. 13 orang tak silap.. Naik empat buah kereta.. Tiga bertolak sekali.. Satu lagi sampai lewat sikit.. Marcela dan "kawannya".. Hehe.. 


Kami semua berkumpul kat lab pukul 11 pagi, dan bertolak lebih kurang pukul 11.15 pagi camtu.. Pukul 12 tengah hari sampai kat Bandar Bharu, rumah mak ayah Prof.. Tapi, ayah prof dah takde.. Baru meninggal tahun lepas..

Rumah Adik Prof.. Cantikkan?
Sampai kat sana je, kami terpikat dengan kecantikan design satu rumah ni.. Sangat cantik bata pada dinding luar rumah tu.. Rumah adik Prof kalau tak silap.. Sebelah rumah kenduri..

Makanan kat sana sangat banyak sampai tak muat nak ambik semua.. (Huhu.. tamaknya la kan..). Ada kari ikan + terung (macam kenal je terung tu.. Kekeke..), ada ayam goreng, masak lemak pisang (masakan orang kedah), hati ayam, petai, jering, sambal dll.. (Tapi, petai, jering dan sambal saya memang tak pernah makan seumur hidup.. So, memang tak ambik..)

Tapai.. :)
Yang paling best, masa makan tapai.. Sampai 4 bungkus tapai saya makan sorang.. Orang lain makan 1 atau 2 je.. Hamek kau.. Dulu bukan main lagi 'anti' kat tapai.. Nak muntah la, tak lalu nak makan la.. Skarang dah suka pulak... Betul la kan, kalau mula-mula kita tak suka something tu, tak semestinya kita takkan suka sampai bila-bila kan? Silap-silap hari bulan boleh jatuh cinta tak sudah.. (Ni masuk mood jiwang la plak.. Hihi..)

Pastu, makan punya makan.. Tiba part sembang-sembang pulak.. Keluar semua cerita hantu bagai.. Hantu School Bio la, hantu penanggal la.. Tah camne, boleh masuk bab orang Afrika tak mandi.. Ishh3.. Ni cerita Haimi la ni.. Kelakar pun ada.. :D

Bila jam menunjukkan pukul 2.30 petang, kami pun berkira-kira la untuk berangkat.. Tapi, sempat lagi berposing kat depan pintu rumah pulak kan.. Saya selaku 'Jurugambar Lab' (yang tak bertauliah) ni pun memainkan peranan.. Huhu.. Walaupun kamera Nikon Coolpix 12.2 pix je.. (Bukan DSLR pun..). Tapi, nasib baik ada juga kamera kan.. Kena bersyukur Farha.. Ingat tu.. (Hidup kena bersyukur & qannaah pada apa yang telah ada ye kawan-kawan..)

Kesian sangat kat diorang.. :(
Masa nak balik tu jugak, nampak sarang burung dengan anak-anaknya sekali.. Tiga ekor.. Kesian sangat.. Diorang lapar kot.. Sob3.. Rasa nak nangis je tengok anak burung tu.. Sabar ye nakk.. Mak korang p cari makan tu.. :(

Setelah berangkat pulang dengan kereta yang dipandu oleh pemandu yang terer lagi 'professional', Dhiya, kami selamat tiba di USM pukul 3 lebih gitu.. Hehe.. T.Q Dhiya sebab drive pi dan balik.. 


Sekian.. Alhamdulillah..

Saturday, July 7, 2012

Puding Karamel





Ni resepi masakan saya yang pertama.. 

(Hehe.. Sejak bila jadi chef masak memasak pulak ni?)

Hmm.. Tak kisah la, semua perempuan kena belajar memasak, ye tak?

Rupa-rupanya seronak sangat rupanya memasak ni yaa.. 
Tambah-tambah lagi bila cuba sesuatu masakan baru dan menjadi.. =)

Resepi ni mula-mula saya ambil daripada kawan saya Cik Yati Basha.. Hehe.. Disebabkan puding yang dia buat tu sangat sedap, maka saya terus jatuh cinta pada puding karamel ni dan sampai mintak resepi.. Huhu.. 1st time try dah menjadi! Tapi saya ubah sikit, letak tepung kastard.. T.Q ye yati..

Puding karamel @ puding telur gula hangus ni pulak ada orang yang sangat-sangat suka, ada yang biasa-biasa je, dan ada jugak yang tak suka! Huhu.. Mungkin sebab bau kot.. Tapi rasanya puding ni takde la berbau hanyir pun, sebab dah masukkan esen vanila kan.. Ok la, apa-apa pun, jom try resepi ni.. Best tau.. :D


Bahan2:

- 2 biji telur
- 1 tin susu Cair
- 1 sudu Tepung Kastard
- 20 besar sudu gula
- Satu sudu teh esen Vanilla


Cara-caranya:

Puding:
1. Pertama sekali, pukul telur dan 5 sudu besar gula sehingga sebati.. 
(Pukul dengan tangan je, untuk elakkan terlalu berbuih, nanti tekstur tak cantik..
2. Masukkan susu cair dan kacau.
3. Setelah itu, masukkan esen vanilla dan tepung kastard
4. Setelah siap, ketepikan sebentar.

Gula Karamel:
1. Untuk gulanya, masukkan 15 sudu besar gula didalam periuk kecil dan ditambah dengan sedikit air (biar sama paras dengan gula tu je)
2. Panaskan gula tadi di atas api dan biarkan ia cair sehingga menjadi keperangan (tapi jangan sampai hangus pula)
3. Setelah itu, gula tersebut diagkat dan dimasukkan ke dalam loyang. Ratakan diseluruh permukaan loyang tersebut..
4. Biarkan beberapa saat (sekejap je tau, jangan lama2 sangat, nanti gula akan mengeras dan puding akan melekat jika terlalu lama)
5. Diatas lapisan gula tadi, tuangkan adunan puding yang telah siap..
6. Kukus selama lebih kurang 20-30 min..
7. Setelah siap, loyang ditelangkupkan dan lihatlah hasilnya..

Selamat Mencuba!! =)

Friday, July 6, 2012

Progress Masterku yang Tercinta..





Assalamualaikom..
Ok, kali ni nak cerita pasal master la pulak.. Sebenarnya,saya jarang sangat cerita pasal study saya kan? Study master tajuknya 'Effect of Selected Insecticides on Whitefly (Bemisia tabaci) Population and Parasitization of Whitefly on Brinjal (Solanum melongena).." 

Huhu.. Orang buat progress report dalam web IPS, saya buat report dalam blog ni.. Boleh pulak ye.. Hmm.. Sekadar nak share dan boleh baca-baca nanti, sebagai kenangan..

Mulanya, saya start research ni dengan tolong student PhD yang buat tajuk yang hampir sama dengan saya jugak.. Actually, saya share idea daripada dia untuk mulakan master ni.. Cadangan daripada supervisor, Prof Salmah.. Mula-mula dulu memang kosong la.. Tak tahu apa-apapun.. Maklum la, student Biologi Haiwan, tiba-tiba buat research Agrobiology.. Kena buat tentang Pokok terung, menanam segala.. Everything kena start daripada basic.. Seriously memang tak tahu sangat pasal pertanian! Hoho.. Apapun, segalanya telah saya redah jua.. Lama-kelamaan, minat tu timbul la sikit.. Ok la.. :)

Lepas saya buat literature review, proposal segala.. Project master saya start pada bulan March 2011.. Masa tu, tak register sebagai student lagi... Ni baru kira betul-betul start la bulan 3 tu.. Sebelum ni just ambil pengalaman tentang bidang baru ni.. Banyak yang saya belajar daripada student PhD tersebut, En. Rasdi Zaini sepanjang bulan Oktober 2010 - Februari 2011 sebelum saya start master tu.. Takde la 'buta kayu' sangat kan.. Bulan 5 2011, baru register.. (Officially become USM Student again!! :))


Proses sampling mengambil masa selama 8 bulan, sebab kena tanam dua kali.. Kali pertama tanam bulan March 2011-Jun 2011.. Kali kedua tanam bulan Septermber 2011-Disember 2011.. (Memang elok-elok je habis hujung tahun..).. Setiap hari yang dilalui memang sangat penat la.. Nak writing tu memang tak sempat la kan... Hari Ahad, saya p spray racun perosak kat pokok.. Hari isnin sampai Jumaat, tiap-tiap hari berulang alik ke Relau yang mengambil masa 20 minit waktu p dan 20 minit waktu balik.. P pagi, balik tengah hari, waktu matahari tengah atas kepala.. So, memang tade harapanlah kulit ni nak cerah.. Bertambah2 lagi la kegelapannya..


Setiap hari p sana, masukkan air dalam tangki, bancuh baja, sukat kepekatan baja, check drip system.. Check air tu tersumbat ke tak.. Bagi setiap satu pokok.. (Total semua 71 pokok.. Pokok treatment 40, buffer 31 pokok..).. Check la satu-satu.. Buang daun2 yang dah layu dan kering dan bersihkan kawasan tu.. Bila pokok terung dah besar plak, berbuah, dahan dia kena ikat dengan tali.. Kalau tak, nanti dahan tu patah tak dapat tampung berat buah..




Bila hari sabtu pulak, pada ketika semua orang sibuk bersuka-ria, keluar shopping bagai.. 
Saya sorang-sorang sampling bawah panas mentari yang terik tu dari pagi sampai petang.. 
(Sabar je la, ni la pengorbanan nak buat master kan..)






Sampling 20 pokok, kena ambil sample daun, masukkan dalam beg plastik, ukur ketingian pokok, kira jumlah daun setiap pokok, kira jumlah bunga, kutip buah, kira buah dan timbang berat buah..







Lepas tu, sample daun yang dikutip tadi, kena tengok pula satu-satu daun bawah mikroskop untuk kira jumlah larva whitefly yang ada kat daun tu... Serangga lain mcm aphid, mealybug, mites dan yang lain-lain pun dikira juga.. Setelah hampir setahun sampling, maka habislah proses ambil data..



Bulan 1 sampai bulan 3 tahun ni, saya duk arrange-arrange balik susunan data, susun masuk dalam SPSS (sebab sebelum ni simpan dalam excel je).. Pastu analyse semua data-data tu.. Ambil masa lama juga la.. Sebab saya ni memang lemah skit kalau bab nombor-nombor ni.. Memang sangat slow kat part analisis.. Pastu buat graf-graf.. Then, bulan 2 tu jugak sibuk dengan colloquium lagi.. Present lab meeting pulak bulan 3.. Dan bulan 4 baru saya dapat betul-betul boleh serius writing thesis.. Tu la akibatnya yang sekarang ni tak siap-siap lagi ni.. Jurnal pun beratus-ratus, tapi banyak lagi tak baca.. Huk3.. Tapi, rasanya tak lama dah kot nak abis ni (Ayat kena sentiasa positif ye!!)..

Dan, ni adalah saya punya perancangan la.. Cadangnya nak grad bulan 4 tahun depan.. 2013.. Tu pun kalau sempat la.. Kalau tak sempat pun, mungkin akan grad bulan 9 la kot.. Tapi pasal grad-grad ni tak kisah la.. Bila-bila pun O.K je.. Yang pentingnya VIVA Voce dan submit 10 copies tu.. Huhu.. Bila la nak boleh submit ni... Prof tak betulkan pun lagi.. Tesis tu masih terlalu banyak yang perlu dibaiki lagi.. Banyak lagi lompang-lompang, salah silapnya..

Setakat ni yang dah submit:

Table of Content
Chapter 1: Introduction
Chapter 2: Literature Review
Chapter 3: Whitefly

Ni plannya:

9/7/2012: Submit Chapter 4: Parasitization (Ni sikit lagi tak siap.. Minggu depan boleh hantar dah rasanya)
18/7/2012: Submit Chapter 5: Comparison Plant performances
27/7/2012: Chapter 6: General Discussion
3/8/2012: Chapter 7: General Conclusion

Then, bulan 8 - bulan 10 tu untuk tempoh membaiki tesis.. Dan kalau nak grad juga bulan 4, 10 copies thesis kena submit bulan November 2012.. After dua bulan baru akan VIVA.. Tapi tempoh antara submit 10 copies thesis dengan VIVA tu depend jugak pada examiner kita.. Kalau cepat diorang semak, cepat la VIVA..

Kalau tak sempat submit bulan 11 pun, paling lewat saya kena hantar thesis bulan Februari 2013 rasanya.. Sebab bulan March tu dah sem baru.. Tak pasal-pasal pulak kena bayar yuran RM1400 nanti..

Hopefully, semuanya dapat berjalan lancar la.. INSYAALLAH..




Thursday, June 28, 2012

Sayang Tok..

My Grandmother.. I love her so much..

Aktiviti saya sepanjang hari ni, tak buat apa-apa pun.. Just tidur, mandi, makan dan tidur semula.. Sememangnya sakit belakang ni memang sangat sakit.. Betapa nikmatnya hidup kalau sihat kan? Tu pun kita tak reti nak bersyukur lagi..Saya tak tahu sebab apa boleh tiba-tiba sakit kat bahagian belakang sebelah kiri.. Kat bahagian 'tulang dayung'.. Huhu.. Tahu tak 'tulang dayung' tu apa? Try-try la cari sendiri kalau tak tau ye.. Ni bahasa orang tua-tua ke, loghat utara ke.. Entah la..

Hari isnin malam tu start mula-mula sakit.. Ingatkan biasa-biasa ja.. Tapi makin lama makin tak tahan.. Pagi tu saja dua tiga kali terbangun waktu tengah tidur.. Memang tak biasa la jadi macam ni seumur hidup.. Tidur tak boleh, duduk pun tak boleh.. Rasa sakit macam ditikam-tikam.. Puas la menjerit-jerit dan nangis sorang-sorang dalam bilik pagi selasa tu.. Dan, memang tak p lab la hari tu kan.. Nasib baik ada Kak Wani datang temankan kat bilik, belikan roti, tolong sapukan minyak panas dan temankan 
saya pi klinik Dr. Akbar (klinik penawar).. Dr cakap, mungkin sakit ni disebabkan muscle cramp.. Angkat benda berat ke, salah tidur ke.. So, dia bagi ubat untuk makan selama 3 hari.. Alhamdulillah, hari ni rasa ok la sikit..


Terima kasih sangat-sangat pada kak Shazuani Sobri.. Bukan senang ada kawan yang nak bantu kita waktu susah kan? Betul la kata orang, kawan waktu senang memang ramai, tapi kawan waktu susah sangat susah nak cari.. At that time, kita akan kenal siapa kawan yang sebenarnya.. Dulu, masa saya sakit kembung sebab angin masuk perut, Yati Abu yang tolong.. Dia masakkan air, dan buat tungku letak kat perut.. Sapukan minyak panas dan bagi makan ubat.. Thanks Yati.. Dah kahwin pun hang kann.. 



Actually, tak rugi pun tolong orang waktu sakit ni tau.. Sebab apa? Sebab, orang yang kita tolong tu sure akan TETAP INGAT KAT KORANG SAMPAI MATI.. Hyperbolakah ayat ni? Tak..  Saya rasa ayat ni takde la keterlaluan sangat kan.., sebab memang betul-betul berlaku kat saya dan apa yang saya rasai sendiri.. Orang yang pernah tolong saya time saya susah, especially time saya sakit, memang sangat kuat ingatan saya pada diorang..


Antara orang tu adalah TOK a.k.a nenek saya sendiri.. Setiap kali saya sakit je kan, mesti ingat kat tok.. Dan, automatik, air mata ni akan jatuh mencurah-curah basah kat pipi ni ha.. Bukan nangis sebab sakit tu, tapi sebab mengenangkan tiada sapepun yang dapat tandingi kasih sayang tok even mak ayah saya sendiri sekalipun.. Ni memang honest dari hati k.. Dalam semua orang dalam dunia ni, TOK ADALAH ORANG YANG PALING SAYA SAYANG.. Sebab apa? Sebab she take care of me since i was born till now... Yup, sampai sekarang!!

Ramai orang kata, muka
saya sangat iras dengan muka tok masa dia muda-muda dulu.. Hu.. Mesti nanti muka saya bila dah tua pun macam tok, kan? Agaknya lah.. :)

Tok lah yang selalu mandikan
saya masa kecik-kecik dulu, selalu sikatkan rambut, basuh baju dan kasut sekolah, iron baju, kemaskan bilik, masakkan untuk saya setiap pagi, tengah hari dan petang, dan macam-macam lagi.. Even sampai sekarang sekalipun, kadang-kadang tok still buat semua tu.. Dan tok jugak yang akan jaga saya setiap kali saya jatuh sakit.. Dia tak pernah biar saya sorang-sorang.. Daripada sakit yang sikit-sikit atau sakit yang paling teruk.. 24 jam dia jaga saya .. Bagi saya, tok adalah segala-galanya.. :(

Bila 
saya balik bercuti kat umah setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali, saya mesti balik tidur dengan tok.. Walaupun ada bilik sendiri, tapi saya tak tahu kenapa saya suka sangat tidur kat bilik tok..

Walaupun kadang-kadang
saya pernah marah-marah kat tok, pernah tak suka kat dia.. Tapi tu dulu.. Ya, saya tak suka sebab dia banyak berleter.. Suruh bangun awal, jangan tidur lepas subuh, suruh belajar masak, basuh baju, jemur baju, kemas rumah, dan macam-macam lagi.. Tapi, sekarang bila dah besar baru saya faham.. Kenapa dulu tok suka sangat bising-bising.. SEBAB DIA NAK SAYA JADI ORANG YANG BERGUNA.. Sebab dia nak saya jadi sorang perempuan yang baik..

Memang, nanti orang pasti kata.. Bukan ke mak hang yang lahirkan hang? Bukan ke ayah yang bekerja siang malam bagi hang makan? Kenapa sayang pada tok lebih daripada mak dan ayah? That question,
saya sendiri pun tak tahu apa jawapannya.. Mungkin atas sebab-sebab di atas, saya sangat sayangkan tok berbanding manusia lain kat dunia ni.. She is both my mother and father..

Now, umur tok dah mencecah 80 tahun.. Dia asyik cakap, kalau boleh dia harap sangat nak tengok 
saya kahwin sebelum dia tinggalkan dunia ni.. Bila dia cakap macam tu, saya rasa sangat sedih..Tapi saya tak tunjuk la depan dia yang saya sedih.. Kalau korang nak tau, walaupun kadang-kadang saya menangis depan kawan-kawan dan selalu nangis sorang-sorang, saya tak pernah biarkan air mata menitis depan family..  Saya tak pernah menangis depan diorang.. Saya tak nak diorang susah hati kalau tau saya tengah sedih.. Saya tak dapat bayangkan macam mana nanti bila tok dah tak ada kat dunia ni lagi suatu hari nanti... Korang boleh bayangkan tak apa perasaannya jika hilang kedua mak dan ayah sekaligus?

Entah la,
saya pun tak tahu kenapa tiba-tiba tulis entry ni.. Mungkin sebab saya tengah sakit, dan rindu kat tok.. Jika dia ada, mesti dia akan sapukan minyak angin dan urut-urut belakang yang sakit ni, buat bubur nasi bagi saya makan dan masakkan makanan favourite..

So, memang betul la satu quote yang
saya pernah baca ni..

"People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.."