Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahawasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahawasanya Nabi Muhammad S.A.W adalah hamba dan rasul-Nya.
Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah (Al-Quran) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (As-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

Friday, October 22, 2010

Bertudung Tapi Hanya Hipokrit??

Oleh: Ustaz Zaharuddin Abd Rahman
Untuk pengetahuan ustaz, ibu saya telah menyuruh saya memakai tudung ketika saya berumur 13 tahun lagi. Saya hanya menurut katanya kerana bimbang dimarahi. Walaupun begitu, sekarang saya tidak lekat memakai tudung. Ini diketahui oleh ibu saya, dia hanya mampu membebel dan berkata, adik nak buat dosa, adik tanggung la sendiri, ibu dah buat apa yang patut.
Sekarang saya sudah bekerja dan hanya memakai tudung di tempat kerja sahaja kerana di tempat saya, tindakan undang-undang akan dikenakan sekiranya pekerja tidak memakai tudung. Saya tahu hukum tidak menutup aurat, tetapi buat waktu sekarang, hati saya tidak terbuka lagi untuk terus menutup aurat (rambut dan leher).
Cara pemakaian saya tidak seperti rakan-rakan saya yang menutup aurat. Mereka bertudung tetapi pemakaian mereka tidak melambangkan imej mereka. Baju, seluar ketat yang menampakkan susuk tubuh.
Bagi yang memakai baju kurung, ada yang dari kain yang nipis dan jarang. Bagi yang berbaju kebaya, ianya terlalu ketat, berkain belah sehingga menampakkan betis dan jarang. Ada yang tidak memakai seluar tetapi memakai skirt panjang. Walaupun begitu, ianya ketat dan menampakkan garis pakaian dalam yang dipakainya.

Tuesday, October 12, 2010

Rezeki Buah Terung..





Bismillah...

Saya memulakan tulisan ini dengan nama ALLAH, semoga ALLAH sentiasa membimbing saya atas segala yang saya lakukan mulai hari ini.. Sebenarnya saya tidak tahu apa yang ingin saya kongsikan bersama sahabat sekalian. Sudah lama saya tidak menulis di sebabkan kekangan masa dan banyak peristiwa yang berlaku sejak akhir-akhir ini..

Kita selalu di uji... Sahabat-sahabat juga mungkin sedang melalui ujian yang getir... Mungkin ada masalah tersendiri.. Kita tidak lari daripada masalah dan ujian... Tapi, itu tandanya ALLAH sayangkan kita.. Betul tak? Sebab ALLAH nak didik kita jadi seorang yang tabah dan sabar..

Setiap kita pasti akan mengalami maslah. Tidak kira masalah perasaan, masalah keluarga, masalah kewangan, akademik, kesihatan dan lain-lain.. Sesungguhnya kita perlu menghadapinya.. Semua itu pasti menjadikan kita lebih matang dan dewasa menghadapi hidup di dunia ini. Kita kena sabar je.. Firman ALLAH:


Wednesday, September 1, 2010

UMMU SALAMAH, Isteri Rasulullah S.A.W



Penulis : Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Kecantikan dan kemuliaan berpadu dalam dirinya. Cinta, kesetiaan dan ketaatannya pada pendamping hidupnya membawanya untuk memperoleh sebentuk doa. Doa yang berbuah keindahan hidup tiada tara, bersisian dengan hamba Rabb-nya yang paling mulia.
Hindun bintu Abi Umayyah bin Al-Mughirah bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Makhzum bin Yaqzhah bin Murrah Al-Qurasyiyyah Al-Makhzumiyyahradhiyallahu ‘anha. Dia lebih dikenal dengan kunyahnya, Ummu Salamah.
Dia seorang istri yang penuh cinta bagi suaminya, Abu Salamah ‘Abdullah bin ‘Abdil Asad bin Hilal bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Makhzum bin Yaqzhah bin Murrah bin Ka’b Al-Makhzumi radhiyallahu ‘anhu. Dalam beratnya cobaan dan gangguan, mereka meninggalkan negeri Makkah menuju Habasyah untuk berhijrah, membawa keimanan. Di negeri inilah Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha melahirkan anak-anaknya, Salamah, ‘Umar, Durrah dan Zainab.

Tuesday, August 31, 2010

NUR dari TUHAN...


Tak terucap kepiluan ini
Titik hitam yang menghijab hati
Hitung Dosa saat pergi takkan kembali
Sisa umur tidak undur lagi

Perjalanan dalam kehidupan
Bukan jauh ketentuan datang
Mungkin esok takdir tak kan dapat dihalang
Untung nasib di genggaman Tuhan

Isi alam puspawarna
Bukti Tuhan Maha Kuasa
Ke manakah arah tuju
Hukum Tuhan pasti berlaku
Bukan tempat lalai leka
Di dunia bakti di tempa
Tanam budi luhur murni
Di akhirat tempat abadi..

Himpun doa dipohon harapan
Limpah rahmat petunjuk pimpinan
Ikhtiar usaha moga dengan Nur dari Tuhan
Suluh terang jalan kebahgiaan...

-HIJJAZ-

Monday, August 16, 2010

Kurniakanlah Kekuatan Padaku Ya Allah..



Saya mencari-cari kekuatan itu.. Dimanakah ia?? Telah hilangkah ia??? Mana diri saya yang kuat??
Saya kata nak jadi seorang yang TABAH, SABAR dan KUAT...
Saya mesti dapatkannya semula... Saya tahu, kekuatan yang saya cari itu ada dalam diri ini... Bila ujian menimpa, ia akan menjelma..


Hari ini, bersamaan 6 Ramadhan 1431H, merupakan hari yang paling menguji... Seolah-olah kekuatan itu telah hilang... Tapi, mujurnya ia masih ada di situ... Masih ada dekat di hati ini... Walaupun pedih untuk mendapatkannya, Alhamdulillah saya berjaya..


Ya Allah, aku redha atas segala ketentuanMu, ketentuanMu adalah yang terbaik walaupun ia begitu menyakitkan..
Hanya Engkau yang lebih mengetahui... Namun biarlah ia menjadi suatu rahsia, yang akanku simpan sebagai kenanganku.. Hanya beberapa orang tertentu yang mengetahuinya. Pada yang lain, saya minta maaf.. Bukan bertujuan untuk mengelak atau menyembunyikan... Tapi rasanya ia lebih baik begitu.. Biarlah segalanya berlalu dengan masa... Yang penting, sabar..



Sunday, August 15, 2010

Bila Cinta Menyapa



‘Cinta membuatkan orang gila’, begitulah kata sebahagian orang. Barangkali ada benarnya. Buktinya, banyak kita saksikan para pemuda atau pemudi yang rela melanggar aturan-aturan agama demi mencari keredhaan kekasihnya. Alasan mereka, ‘cinta itu memerlukan pengorbanan’. Kalau berkorban harta atau bahkan nyawa untuk membela agama Allah, tentu tidak kita ingkari. Namun, bagaimana jika yang dikorbankan adalah syariat Islam dan yang dicari bukan keredhaan Ar-Rahman? Semoga tulisan yang ringkas ini dapat menjadi bahan renungan bagi kita bersama, agar cinta tidak berubah menjadi bencana.

Allah ta’ala berfirman:

“Di antara manusia ada yang mencintai sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah, adapun orang-orang yang beriman lebih dalam cintanya kepada Allah. Seandainya orang-orang yang zalim itu menyaksikan tatkala mereka melihat azab (pada hari kiamat) bahawa sesungguhnya seluruh kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat berat siksaan-Nya (nescaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah : 165)

Tuesday, July 20, 2010

23 Julai 2010 - Seminar Intensif AKIDAH...

SEMINAR INTENSIF AKIDAH

"Memacu Komitmen Beragama Dalam Kehidupan"



Assalamu'alaikom, Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, dijemput rakan-rakan untuk sama-sama menyegarkan kembali minda kita dalam memahami aspek AKIDAH YANG BENAR yang sudah sewajarnya menjadi pegangan paling penting kita umat manusia.

Dengan bertunjangkan akidah yang benar sudah pasti ia akan memacu kebenaran-kebenaran dalam segala aspek kehidupan kita lainnya, inshaAllah. Semoga kita akan lebih mengenali siapa Pencipta kita, lebih memahami bagaimana untuk beribadah dengan segenap kemampuan terbaik yang kita punyai, dan menjadikan kita lebih memahami akan sifat-sifat yang dimiliki oleh sang Pencipta, Allah Rabb 'Alamin. InshaAllah. 

Semoga Allah menganugerahkan kita rasa cinta kepadaNya, mencintai orang-orang yang mencintaiNya dan mendekatkan kita dengan kebaikan-kebaikan yang mendekatkan kita dengan cintaNya. Semoga Allah memberkati dan meredhai urusan-urusan kebaikan yang tidak seberapa yang kita anjurkan. Allah al-Musta'an.